Forum Bapak Muda - Masjid Al Irsyad Karanganyar - Yogyakarta

Adalah sebuah forum komunikasi bapak2 muda yang ingin mendalami tentang masalah keagamaan dan fenomena sosial yang terjadi di Indonesia dan dunia.

Monday, May 01, 2006

Suara Muhammadiyah Online

Tampilan baru Suara Muhammadiyah Online:

http://www.suara-muhammadiyah.or.id/sm/index.php

Islam Pilar Utama Demokrasi Indonesia

Prof Din Syamsuddin:
Islam Pilar Utama Demokrasi Indonesia


Jakarta-RoL -- Proses demokratisasi yang sedang terjadi di Indonesia
tidak mungkin berlangsung lancar dan baik tanpa dukungan umat Islam.

"Umat Islam telah menjadi pilar utama demokrasi Indonesia," kata
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. Din Syamsuddin
dalam ceramahnya di Ohio State University (OSU), Columbus, Selasa,
(25/4) waktu AS. Din dalam pesan singkatnya kepada Antara di
Jakarta, Kamis, berada di AS atas undangan beberapa universitas
seperti OSU Columbus, OU Athens, John Hopkins Baltimore, UCLA dan
Lembaga Persahabatan AS-Indonesia (USINDO) di Washington DC.

Menurut Din, yang juga guru besar politik Islam Universitas Islam
Negeri (UIN) Jakarta, nilai-nilai demokrasi inheren dengan ajaran
Islam yang menekankan permusyawaratan. Antara Islam dan demokrasi
terdapat kompatabilitas, dan Islam dapat memberi sumbangan bagi
pembangunan demokrasi dengan nilai-nilai etika dan
moralnya. "Inilah yang kita harapkan di Indonesia yaitu agar
demokrasi dan demokratisasi tidak meninggalkan nilai-nilai etika
agama," katanya.

Ceramah yang diprakarsai Mershon Center for International Security
Studies, OSU itu, mendapat sambutan antusias puluhan profesor dan
mahasiswa peminat tentang Islam dan Indonesia. Pada sesi tanya jawab
cukup banyak pertanyaan gencar terutama tentang masa depan demokrasi
di Indonesia terkait adanya kelompok radikal yang tidak menghargai
pluralisme dan multikulturalisme.

Terhadap pertanyaan seperti itu Din menegaskan bahwa adanya kelompok
radikal memang tidak dapat diingkari. Namun, mereka lebih bersifat
radikal etik yang peka terhadap immoralitas. Mereka tampil karena
negara lemah dalam penegakan hukum terhadap berbagai bentuk
immoraliras seperti perjudian atau pornografi.

Terlepas dari itu, tidak perlu ada kekhawatiran akan masa depan
demokrasi di Indonesia, karena arus utama (mainstream) Islam
Indonesia seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadidyah tetap memiliki
pengaruh dan telah memainkan peran strategisnya dalam mendorong
demokratisasi Indonesia.

Yang paling penting, kata Din, adikuasa dunia seperti AS dan sekutu-
sekutunya tidak melakukan pendekatan yang dapat melukai perasaan
umat Islam karena itu hanya akan semakin mendorong radikalisasi.
Selain di OSU Columbus, Din juga diundang berceramah di OU Athens,
USINDO dan UCLA, serta dijadwalkan bertemu dengan Wakil Menteri Luar
Negeri AS Karen Hughes di Departemen Luar Negeri AS serta penasehat
Bank Dunia Karl Jackson.

Pada kesempatan itu Din akan meyakinkan pihak AS agar tidak
memandang Islam dan umat Islam sebagai ancaman dan musuh tapi
sebagai sahabat dan mitra strategis untuk kerjasama antar
peradaban. Pada berbagai kesempatan berceramah dan berdialog Din
selalu berusahakan meyakinkan audiens bahwa Islam Indonesia adalah
Islam moderat dan modern karenanya selalu mendorong demokratisasi
Indonesia yang bermoral.

Khusus di John Hopkin, Din akan memantapkan kerja sama universitas
tersebut dangan Muhammadiyah dalam bidang pelayanan kesehatan bagi
pengembangan 450 unit pelayanan kesehatan Muhammadiyah (diantaranya
116 rumah sakit), seperti melalui program rumah sakit kembar
(twinning hospital).

Wednesday, April 19, 2006

Pencetus Pertama Maulid Nabi

A. Sejarah Perayaan Maulid
Diantara perayaan-perayaan bid'ah yang diadakan oleh kebanyakan kaum muslimin adalah perayaan maulid Nabi. Bahkan maulid Nabi ini merupakan induk dari maulid-maulid yang ada seperti maulid para wali, orang-orang sholeh, ulang tahun anak kecil dan orang tua. Maulid-maulid ini adalah perayaan yang telah di kenal oleh masyarakat sejak zaman dahulu. Dan perayaan ini bukan hanya ada pada masyarakat kaum muslimin saja tapi sudah di kenal sejak sebelum datangnya Islam. Dahulu Raja-Raja Mesir (yang bergelar Fir'aun) dan orang-orang Yunani mengadakan perayaan untuk Tuhan-Tuhan mereka,[1] 1. Al-Adab Al-Yunaani Al-Qodim...oleh DR Ali Abdul Wahid Al-Wafi hal. 131. demikian pula dengan agama-agama mereka yang lain.

Lalu perayaan-perayaan ini di warisi oleh orang-orang Kristen, di antara perayaan-perayaan yang penting bagi mereka adalah perayaan hari kelahiran Isa al-Masih q, mereka menjadikannya hariaya dan hari libur serta bersenang-senang. Mereka menyalakan lilin-lilin, membuat makanan-makanan khusus serta mengadakan hal-hal yang diharamkan.

Kemudian sebagian orang yang menisbatkan dirinya kepada agama Islam ini menjadikan hari kelahiran Nabi sebagai hari raya yang diperingati seperti orang-orang Kristen yang menjadikan hari kelahiran Isa al-Masih sebagai hariaya mereka. Maka orang-orang tersebut menyerupai orang-orang Kristen dalam perayaan dan peringatan maulid Nabi yang diadakan setiap tahun.
Dari sinilah asal mula maulid Nabi sebagaimana yang dikatakan oleh as-Sakhawi : "Apabila orang-orang salib/kristen menjadikan hari kelahiran Nabi mereka sebagai hariaya maka orang Islam pun lebih dari itu" (at-Tibr al-Masbuuk Fii Dzaiissuluuk oleh as-Sakhawi)

Inilah teks penyerupaan dengan orang-orang Kristen. Sesungguhnya perayaan maulid Nabi ini menyerupai orang-orang Kristen, padahal "Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk kaum itu" (HR. Abu Daud, Ahmad dan dishahihkan oleh al-Albani dalam Irwaul Gholil 5/109.) Dan inilah yang dikabarkan serta yang dikhawatirkan oleh Nabi: "Sesungguhnya kalian akan mengikuti jalan-jalan orang sebelum kalian sedikit demi sedikit sampai seandainya mereka masuk kelubang biawak kalian juga akan mengikuti mereka." (HR. Bukhari dan Muslim)

B. Siapa Orang Pertama Yang Mengadakan Maulid Nabi Dalam Sejarah Islam?
Para Ulama yang mengingkari perayaan bid'ah ini telah sepakat, demikian juga dengan orang-orang yang mendukung acara bid'ah ini bahwa Nabi tidak pernah merayakan maulidnya dan juga tidak pernah menganjurkan atau memerintahkan hal ini. Para sahabat beliau, para tabi'in dan tabi'ut tabi'in yang merupakan orang-orang terbaik umat ini serta yang paling bersemangat mengikuti Sunnah Nabi mereka semuanya tidak pernah merayakan maulid. Tiga generasi umat Islam yang telah diekomendasi oleh Nabi berlalu dan tidak di temui pada saat-saat itu perayaan-perayaan maulid ini. Tapi ketika Daulah Fatimiyyah di Mesir berdiri pada akhir abad keempat muncullah perayaan atau peringatan maulid Nabi yang pertama dalam sejarah Islam,2 2. Al-A'yad wa atsaruha alal Muslimin oleh DR. Sulaiman bin Salim As-Suhaimi hal. 285-287. sebagaimana hal ini dikatakan oleh al-Migrizii 3 3. Dia adalah pendukung kelompok Ubeid Al-Qoddah (Ubeidyyin). Dia bernama Ahmad bin Ali bin abdul Qodir bin
Muhammad bin Ibrahim al-Husaini al-Ubeidi. Lahir pada tahun 766 H. dalam kitabnya "Al-Mawa'idz wal i'tibar bidzikri al-Khuthoth wal Aatsar" : Dahulu para Kholifah/penguasa Fatimiyyin selalu mengadakan perayaan-perayaan setiap tahunnya, diantaranya adalah perayaan tahun baru, Asy-Syura, Maulid Nabi, Maulid Ali bin Abi Thalib a, Maulid Hasan dan Husein, Maulid Fatimah dll. (Al-Khuthoth 1/490)

C. Kilas Balik Pelopor Pertama Maulid Nabi
Pada tahun 317 H muncul di Maroko sebuah kelompok yang di kenal dengan Fatimiyyun (pengaku keturunan Fatimah binti Ali bin Abi Tholib) yang di pelopori oleh Abu Muhammad Ubeidullah bin Maimun al-Qoddah. Dia adalah seorang Yahudi yang berprofesi sebagai tukang wenter, dia pura-pura masuk ke dalam Islam lalu pergi ke Silmiyah negeri Maroko. Kemudian dia mengaku sebagai keturunan Fatimah binti Ali bin Abi Tholib dan hal ini pun di percaya dengan mudah oleh orang-orang di Maroko hingga dia memiliki kekuasaan.

Ibnu Kholkhon4 4. Dia adalah Ahmad bin Muhammad bin Ibrahim bin Kholkhon, pengikut madzhab Syafi'i. Dia dilahirkan tahun 608 H. Seorang ahli sastra Arab dan penyair. Beliau meninggal pada tahun 681 H dan disemayamkan di Damaskus (Pent). berkata tentang nasab Ubeidillah bin Maimun al-Qoddah : "Semua Ulama sepakat untuk mengingkari silsilah nasab keturunannya dan mereka semua mengatakan bahwa, semua yang menisbatkan dirinya kepada Fatimiyyun adalah pendusta. Sesungguhnya mereka itu berasal dari Yahudi dari Silmiyah negeri Syam dari keturunan al-Qoddah. Ubeidillah binasa pada tahun 322 H, tapi keturunannya yang bernama al-Mu'iz bisa berkuasa di Mesir dan kekuasan Ubeidiyyun atau Fatimiyyun ini bisa bertahan hingga 2 abad lamanya hingga mereka dibinasakan oleh Sholahuddin al-Ayubi pada tahun 546 H." 5 5. Lihat Firoq Mu'ashiroh oleh DR Gholib Al-'Awajih 2/493-494.

Perlu diketahui bahwa kelompok Bathiniyah ini memiliki beberapa nama / sekte. Diantaranya : Nushairiyah, Duruz, Qoromithoh (Ubeidiyyin/Fathimiyyin), Ibahiyah, Isma'iliyah dll.
Perlu diketahui bahwa Maimun al-Qoddah ini adalah pendiri madzhab/aliran Bathiniyyah yang didirikan untuk menghancurkan Islam dari dalam. Aqidah mereka sudah keluar dari Islam bahkan mereka lebih sesat dan lebih berbahaya dari Yahudi dan Nasrani. Tidak ada yang bisa membuktikan akan hal ini kecuali sejarah mereka yang bengis dan kejam terhadap kaum muslimin, diantaranya : pada tahun 317 H ketika mereka telah sangat berkuasa dan bisa sampai ke Ka'bah mereka membunuh jama'ah haji yang sedang berthowaf pada hari Tarwiyah (8 Dzulhijjah). Mereka jadikan Masjid Haram dan Ka'bah lautan darah di bawah kepemimpinan dedengkot mereka Abu Thohir al-Janaabi.

Abu Thohir ketika pembantaian ini duduk di atas pintu Ka'bah menyaksikan pembunuhan terhadap kaum muslimin/jama'ah haji di Masjid Haram dan dibulan haram/suci. Dia mengatakan : "Akulah Allah, Akulah Allah, Akulah yang menciptakan dan Akulah yang membinasakan" -Mahasuci Allah dari apa yang ia katakan -. Tidak ada seorang yang thowaf dan bergantung di Kiswah Ka'bah melainkan mereka bunuh satu persatu.

Setelah itu mereka buang jasad-jasad tersebut ke sumur zam-zam. Dan mereka cungkil pintu Ka'bah dan mereka sobek kiswah Ka'bah serta mereka ambil hajar aswad dengan paksa. Pemimpin mereka (Abu Thohir) ketika melakukan hal tersebut dia mengatakan : "Dimana itu burung (Ababil), mana itu batu-batu yang (di buat melempar Abrahah)???" Mereka menyimpan hajar aswad di Mesir selama 22 tahun.6 6. Lihat Bidayah wan Nihayah hal. 160-161 oleh Ibnu Katsir. Ini adalah gambaran singkat kekufuran Bathiniyyah

D. Bagaimana Pendapat Ulama Tentang Kelompok Bathiniyyah (Fatimiyyun)???
Imam Abdul Qohir al-Baghdady (meninggal tahun 429 H) v berkata : "Madzhab Bathiniyyah bukan dari Islam, tapi dia dari kelompok Majusi (penyembah api)7. 7. Al-Farqu bainal Firoq oleh al-Baghdady hal. 22 Beliau juga berkata : "Ketahuilah bahwa bahayanya Bathiniyyah ini terhadap kaum muslimin lebih besar dari pada bahayanya Yahudi, Nasrani, Majusi serta dari semua orang kafir bahkan lebih dahsyat dari bahayanya Dajjal yang akan muncul di akhir zaman." 8 8. Ibid hal.282
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah v mengatakan : "Sesungguhnya Bathiniyyah itu orang yang paling fasik dan kafir. Barangsiapa yang mengira bahwa mereka itu orang yang beriman dan bertakwa serta membenarkan silsilah nasab mereka (pengakuan mereka dari keturunan ahli bait/Ali bin Abi Tholib,-pent) maka orang tersebut telah bersaksi tanpa ilmu. Allah berfirman :
"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak memiliki pengetahuan tentangnya" (QS. Al-Isra: 36)

Dan Allah berfirman :
"Kecuali orang yang bersaksi dengan kebenaran sedang dia mengetahui" (QS.Az-Zukhruf : 86)
Para Ulama telah sepakat bahwa mereka adalah orang-orang zindik dan munafik. Mereka menampakkan ke-Islaman dan menyembunyikan kekufuran. Para Ulama juga sepakat bahwa pengakuan nasab mereka dari silsilah ahlul bait tidaklah benar. Para Ulama juga mengatakan bahwa mereka itu berasal dari keturunan Majusi dan Yahudi. Hal ini sudah tidak asing lagi bagi Ulama dari setiap madzhab baik Hanafiyah, Malikiyah, Syafi'iyah, maupun Hanabilah serta ahli hadits, ahli kalam, pakar nasab dll (Majmu Fatawa oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah 35/120-132)

Kesimpulan :
Jadi pelopor bid'ah maulid Nabi adalah kelompok Bathiniyyah 9 9. Ini pendapat yang kuat. Adapun yang mengatakan bahwa maulid tersebut dimulai tahun 604 H oleh Malik Mudoffar Abu Sa'id Kukburi maka ini tidak menafikan hal diatas karena awal maulid tahun 604 H ini di Mushil saja, adapun secara mutlak maka Bathiniyyahlah pencetus pertama Maulid Nabi didunia, khususnya di Mesir. (Lihat kitab "Al-Bida' Al-Hauliyah" dan "Al-A'yad wa Atsaruha). yang mereka mempunyai cita-cita untuk merubah agama Islam ini dan memasukkan hal-hal yang bukan dari agama agar menjauhkan kaum muslimin dari agama yang benar ini. Menyibukkan manusia dari bid'ah (perayaan-perayaan bid'ah seperti maulid) adalah salah satu jalan yang mudah untuk mematikan Sunnah Nabi dan menjauhkan manusia dari syari'at Allah. 10 10 "Al-Bida' Al-Hauliyah" Hal. 145, oleh Abdullah bin Abdul Aziz at-Tuwaijiry.

http://www.salafindo.com/viewartikel.php?ID=77

----------------------------------------------------------------------
Salurkan ZAKAT, INFAQ/SHADAQAH anda melalui LAZIS Muhammadiyah
Alamat : Jl. Menteng Raya No. 62 Jakarta Pusat, Telp. (021) 3150400, 70648779, 3903021-22
E-mail : lazismuh@indo.net.id
Rekening atas nama LAZIS Muhammadiyah :
Bank BNI Syariah : 807.25000.001 (ZAKAT) 807.25000.002 (INFAQ/SHADAQAH)
Bank Syariah Mandiri : 009.0033333 (ZAKAT) 009.006666 (INFAQ/SHADAQAH)
Bank Swansarindo Int'l : 00.11.101.11111 (ZAKAT) 00.11.102.11122 (INFAQ/SHADAQAH)
Bank BCA 878.0040077 (ZAKAT) 878.0040051 (INFAQ/SHADAQAH)
Yahoo! Groups Links

Bahaya Lemak di French Fries' McDonald

Rabu, 19 April 2006 - 08:42:08 WIB

Kentang goreng (French fries) buatan McDonald's yang dijual di AS ditengarai mengandung lemak berbahaya dalam jumlah tinggi dibandingkan dengan produk serupa di negara lain

Hidayatullah.com---Hati-hati pesan french fries atau hot wings McDonald atau KFC di Amerika, pasalnya dalam dua menu tersebut mengandung lemak berbahaya (trans fats) dalam jumlah tinggi dibanding di negara lain. Trans fats sendiri mengakibatkan penyumbatan pembuluh darah, dan memicu berbagai penyakit, di antaranya penyakit jantung.

Studi yang dilakukan pada beberapa resto cepat saji di berbagai negara ini menemukan indikasi perbedaan kandungan trans fats yang sangat mencolok.

Para peneliti mengatakan perbedaan tersebut lebih disebabkan karena perbedaan penggunaan minyak goreng yang sebagian besar menggunakan minyak sayur hidrogenasi parsial, yang diketahui mengandung trans fats dalam jumlah tinggi.

"Saya sangat terkejut dengan perbedaan trans fatss dalam produk yang seragam ini," kata Dr. Steen Stender, ahli jantung dari Gentofte University Hospital, di Hellerup, Denmark dan mantan kepala Danish Nutrition Council, yang terlibat dalam penelitian ini.

Perbedaan mencolok

Pada september 2002 McDonald berjanji akan mengurangi trans fats pada produk mereka, sementara induk perusahaan KFC Yum! Brands Inc. mengatakan akan menyesuaikan produk mereka dengan selera orang lokal.

Namun para ahli gizi dan aktivis konsumen mengatakan penyataan mereka hanya berhubungan dengan uang, karena menggoreng menggunakan minyak yang mengandung trans fats bisa mengirit biaya.

Para peneliti Denmark menguji beberapa outlet di berbagai negara selama periode 2004 dan 2005, dan menganalisa chicken nuggets McDonald, KFC hot wings, dan kentang goreng. Penemuan tersebut dimuat di New England Journal of Medicine dan diterbitkan Kamis (13/04/06).

Satu paket fries-and-chicken-nugget McDonald di New York City mengandung 10,2 gram trans fats, sementara di Denmark hanya mengandung 0,33 gram dan di Spanyol, Rusia dan Czech Republic sebesar 3 gram.

Satu paket KFC hot wings-and-fries di Polandia dan Hungaria mengandung 19 gram lebih trans fats, pada jenis makanan yang sama KFC New York hanya mengandung 5.5 gram lemak. Sementara di Jerman, Russia, Denmark, Aberdeen, dan Scotland kurang dari satu gram.

Dalam satu paket kentang goreng McDonald New York mengandung 30 persen lebih trans fats, hal yang sama juga didapati pada McDonald Atlanta.

Minyak Sayur Hidrogenasi Parsial yang banyak digunakan di resto cepat saji adalah minyak masak yang telah melalui proses hidrogenasi yaitu proses penjenuhan sehingga minyak menjadi padat, elastis dan lebih tahan lama.

Akan lebih baik jika menggantinya dengan minyak dari biji bunga canola, jagung, zaitun dan minyak kedelai untuk menghilangkan kandungan trans fats. Langkah ini telah dilakukan resto cepat saji Denmark, di bawah UU tahun 2004 yang membatasi penggunaan trans fats dalam produk makanan mereka.

Kandungan 'Trans Fat'

Sebenarnya ada berbagai jenis lemak yang terkandung dalam makanan, secara garis besar, bahan tersebut dapat digolongkan menjadi lemak aman (lemak tak jenuh) dan lemak berbahaya (lemak jenuh). trans fats sendiri memiliki resiko yang sama berbahayanya dengan jenis yang kedua.

Sayangnya, trans fats tak pernah disebutkan dalam label makanan, namun para konsumen bisa mengetahui kandungan trans fats dari nama lainnya yaitu Minyak Sayur Hidrogenasi Parsial.

Pihak McDonald sendiri terus berupaya mengurangi penggunaan trans fats dalam setiap produknya. Meskipun sebagian besar minyak goreng yang mereka gunakan adalah dari supplier lokal, dan berdasarkan selera konsumen, karena itu minyak goreng yang digunakan McDonald di Amerika berbeda dengan di Eropa atau di negara manapun.

Stender dan rekan mengatakan saat ini masih banyak resto cepat saji yang masih menggunakan minyak sayur hidrogenasi parsial untuk menghemat biaya selain minyak tersebut bisa digunakan berulang kali untuk menggoreng.

Menanggapi isu ini, Michael F. Jacobson, executive director Center for Science in the Public Interest, mengatakan pihaknya telah mengeluarkan petisi yang ditujukan pada FDA (Food and Drug Administration) untuk membatasi penggunaan trans fats secara ketat dan meminta pihak restauran untuk selalu memberi catatan pada produk makanan yang mengandung trans fats. Namun sejauh ini pihak FDA masih memperlajari petisi mereka, meskipun mereka sadar trans fats telah membunuh ribuan orang setiap tahunnya. (ap/msnbc/kpl)

Saturday, March 11, 2006

100 Langkah Menuju Kesempurnaan Iman

Saling mengingatkan...

Rasulullah saw bersabda: "Barangsiapa menghadap Allah (meninggal dunia), sedangkan ia biasa melalaikan Shalatnya, maka Allah tidak mempedulikan sedikit-pun perbuatan baiknya (yang telah ia kerjakan tsb)". (Hadist Riwayat Tabrani)
100 Langkah Menuju Kesempurnaan Iman
1. Bersyukur apabila mendapat nikmat; 2. Sabar apabila mendapat kesulitan; 3. Tawakal apabila mempunyai rencana/ program; 4. Ikhlas dalam segala amal perbuatan; 5. Jangan membiarkan hati larut dalam kesedihan; 6. Jangan menyesal atas sesuatu kegagalan; 7. Jangan putus asa dalam menghadapi kesulitan; 8. Jangan usil dengan kekayaan orang; 9. Jangan hasud dan iri atas kesuksesan orang; 10. Jangan sombong kalau memperoleh kesuksesan; 11. Jangan tamak/ pelit kepada harta; 12. Jangan terlalu ambisius akan sesuatu kedudukan; 13. Jangan hancur karena kezaliman; 14. Jangan goyah karena fitnah; 15. Jangan bekeinginan terlalu tinggi yang melebihi kemampuan diri; 16. Jangan campuri harta dengan harta yang haram; 17. Jangan sakiti perasaan ayah dan ibu; 18. Jangan usir orang yang meminta-minta; 19. Jangan sakiti anak yatim; 20. Jauhkan diri dari dosa-dosa yang besar; 21. Jangan membiasakan diri melakukan dosa-dosa kecil; 22. Banyak berkunjung ke rumah Allah (masjid); 23. Lakukan shalat dengan ikhlas dan khusyu; 24. Lakukan shalat fardhu di awal waktu, berjamaah dan di masjid; 25. Biasakan shalat malam; 26. Perbanyak dzikir dan do'a kepada Allah; 27. Lakukan puasa wajib dan puasa sunat; 28. Sayangi dan santuni fakir miskin; 29. Jangan ada rasa takut kecuali hanya kepada Allah; 30. Jangan marah berlebih-lebihan; 31. Cintailah seseorang dengan tidak berlebih-lebihan; 32. Bersatulah karena Allah dan berpisahlah karena Allah; 33. Berlatihlah konsentrasi pikiran; 34. Penuhi janji apabila telah diikrarkan dan mintalah maaf apabila karena sesuatu sebab tidak dapat dipenuhi; 35. Jangan mempunyai musuh, kecuali dengan iblis/syetan; 36. Jangan percaya ramalan manusia; 37. Jangan terlampau takut miskin; 38. Hormatilah setiap orang; 39. Jangan terlampau takut kepada manusia; 40. Jangan sombong, takabur dan besar kepala; 41. Bersihkan harta dari hak-hak orang lain; 42. Berlakulah adil dalam segala urusan; 43. Biasakan istighfar dan taubat kepada Allah; 44. Bersihkan rumah dari patung-patung berhala; 45. Hiasi rumah dengan bacaan Al-Quran; 46. Perbanyaklah & menyambung silaturahmi; 47. Tutup aurat sesuai dengan petunjuk Islam; 48. Bicaralah secukupnya, jangan berbicara dengan berteriak; 49. Beristri/ bersuami kalau sudah siap segala-galanya; 50. Hargai waktu, disiplin waktu dan manfaatkan waktu; 51. Biasakan hidup bersih, tertib dan teratur; 52. Jauhkan diri dari penyakit-penyakit bathin; 53. Sediakan waktu untuk santai dengan keluarga; 54. Makanlah secukupnya tidak kekurangan dan tidak berlebihan; 55. Hormatilah kepada guru dan ulama; 56. Sering-sering bershalawat kepada nabi; 57. Cintailah keluarga Nabi Muhammad SAW; 58. Jangan terlalu banyak hutang ataupun royal; 59. Jangan terlampau mudah berjanji; 60. Selalu ingat akan saat kematian dan sadar bahwa kehidupan dunia adalah kehidupan sementara; 61. Jauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat seperti mengobrol yang tidak berguna; 62. Bergaullah dengan orang-orang shaleh; 63. Sering bangun di penghujung malam, berdoa dan beristighfar; 64. Lakukan ibadah haji dan umrah apabila sudah mampu; 65. Maafkan orang lain yang berbuat salah kepada kita; 66. Jangan dendam dan jangan ada keinginan membalas kejahatan dengan kejahatan lagi, balaslah dengan kebaikan; 67. Jangan membenci seseorang karena paham dan pendirian ataupun beda pendapat; 68. Jangan benci kepada orang yang membenci kita; 69. Berlatih untuk berterus terang dalam menentukan sesuai pilihan; 70. Ringankan beban orang lain dan tolonglah mereka yang mendapatkan kesulitan; 71. Jangan melukai hati orang lain; 72. Jangan membiasakan berkata dusta; 73. Berlakulah adil, walaupun kita sendiri akan mendapatkan kerugian; 74. Jagalah amanah dengan penuh tanggung jawab; 75. Laksanakan segala tugas dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan; 76. Hormati orang lain yang lebih tua dari kita; 77. Jangan membuka aib orang lain ataupun berburuk sangka; 78. Lihatlah orang yang lebih miskin daripada kita, lihat pula orang yang lebih berprestasi dari kita; 79. Ambilah pelajaran dari pengalaman orang-orang arif dan bijaksana; 80. Sediakan waktu untuk merenung apa-apa yang sudah dilakukan; 81. Jangan minder karena miskin dan jangan sombong karena kaya; 82. Jadilah manusia yang selalu bermanfaat untuk agama, bangsa dan negara; 83. Kenali kekurangan diri dan kenali pula kelebihan orang lain; 84. Jangan membuat orang lain menderita dan sengsara; 85. Berkatalah yang baik-baik atau tidak berkata apa-apa; 86. Hargai prestasi dan pemberian orang; 87. Jangan habiskan waktu untuk sekedar hiburan dan kesenangan; 88. Akrablah dengan setiap orang, walaupun yang bersangkutan tidak menyenangkan; 89. Sediakan waktu untuk berolahraga yang sesuai dengan norma-norma agama dan kondisi diri kita; 90. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan fisik atau mental kita menjadi terganggu; 91. Ikutilah nasihat orang-orang yang arif dan bijaksana; 92. Pandai-pandailah untuk melupakan kesalahan orang dan pandai-pandailah untuk melupakan jasa kita; 93. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan orang lain terganggu, dan jangan berkata sesuatu yang dapat menyebabkan orang lain terhina; 94. Jangan cepat percaya kepada berita jelek yang menyangkut teman kita, sebelum dicek kebenarannya; 95. Jangan menunda-nunda pelaksanaan tugas dan kewajiban; 96. Sambutlah uluran tangan setiap orang dengan penuh keakraban dan keramahan dan tidak berlebihan; 97. Jangan memforsir diri untuk melakukan sesuatu yang di luar kemampuan diri; 98. Waspadalah akan setiap ujian, cobaan, godaan dan tantangan. Jangan lari dari kenyataan kehidupan; 99. Yakinlah bahwa setiap kebajikan akan melahirkan kebaikan dan setiap kejahatan akan melahirkan kerusakan; 100. Jangan sukses di atas penderitaan orang dan jangan kaya dengan memiskinkan orang; "Anda ingin beramal shaleh...? Tolong kirimkan kepada rekan-rekan muslim lainnya yang anda kenal" Wassalamu'alaikum wr.wb.

Salurkan ZAKAT, INFAQ/SHADAQAH anda melalui
LAZIS Muhammadiyah Alamat : Jl. Menteng Raya No. 62 Jakarta Pusat,
Telp. (021) 3150400, 70648779, 3903021-22E-mail : lazismuh@indo.net.idRekening atas nama LAZIS Muhammadiyah : Bank BNI Syariah : 807.25000.001 (ZAKAT) 807.25000.002 (INFAQ/SHADAQAH) Bank Syariah Mandiri : 009.0033333 (ZAKAT) 009.006666 (INFAQ/SHADAQAH) Bank Swansarindo Int'l : 00.11.101.11111 (ZAKAT) 00.11.102.11122 (INFAQ/SHADAQAH) Bank BCA 878.0040077 (ZAKAT) 878.0040051 (INFAQ/SHADAQAH)

Thursday, December 29, 2005

Formalin, Ditemukan pada Mi Basah, Tahu, dan Ikan Asin

Peredaran sejumlah produk makanan yang mengandung formalin di wilayah DKI Jakarta, Banten, Bogor, dan Bekasi ternyata kian marak. Padahal penggunaan formalin sebagai pengawet makanan sangat berbahaya bagi kesehatan manusia.

Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tidak mengonsumsi produk pangan berformalin. Produk-produk makanan yang mengandung formalin tersebut tak hanya dijual di pasar- pasar tradisional, di pasar serba ada pun tidak menjamin produk makanan sejenis bebas formalin.
Berdasarkan hasil investigasi dan pengujian laboratorium yang dilakukan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (POM) di Jakarta, ditemukan sejumlah produk pangan seperti ikan asin, mi basah, dan tahu yang memakai formalin sebagai pengawet. Produk pangan berformalin itu dijual di sejumlah pasar dan supermarket di wilayah DKI Jakarta, Banten, Bogor, dan Bekasi.
Hasil pengujian Balai Besar POM di Jakarta pada November-Desember 2005 terhadap 98 sampel produk pangan yang dicurigai mengandung formalin, 56 sampel di antaranya dinyatakan positif mengandung formalin. Berbagai produk pangan itu diambil dari sejumlah pasar tradisional dan supermarket di wilayah Jakarta, antara lain, Pasar Muara Angke, Pasar Muarakarang, dan Pasar Rawamangun.
Perinciannya, dari 23 sampel mi basah, 15 sampel di antaranya tercemar formalin (65 persen). Sebanyak 46,3 persen dari 41 sampel beragam jenis tahu positif mengandung formalin. Dari 34 sampel aneka jenis ikan asin, 22 sampel di antaranya juga tercemar formalin (64,7 persen). Sampel ikan asin yang positif berformalin itu, antara lain, ikan asin sange belah, ikan cucut daging super, dan jambal roti.
Lima sampel bahan pangan yang dinyatakan positif mengandung formalin diambil dari sejumlah supermarket. Sementara 41 sampel lain diambil secara acak dari sejumlah pasar tradisional.
Bahan pangan itu sengaja diberi formalin agar lebih awet dan tidak mudah hancur, kata Atiek Harwati, Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan, Senin (26/12), kepada wartawan di Jakarta.
Atiek mengingatkan bahwa formalin merupakan bahan kimia sangat berbahaya bagi kesehatan. Efek jangka pendeknya antara lain berupa iritasi pada saluran pernapasan, muntah-muntah, pusing, dan rasa terbakar pada tenggorokan.
Jika dikonsumsi secara terus- menerus dalam jangka waktu lama, ujar Atik, produk makanan yang mengandung formalin itu dapat menyebabkan kerusakan hati, jantung, otak, limpa, pankreas, sistem susunan saraf pusat, dan ginjal.
Memang dampaknya bagi kesehatan baru terasa setelah dikonsumsi beberapa tahun, ujarnya menambahkan.
Sanksi hukum
Untuk menghindari efek buruk karena mengonsumsi produk pangan berformalin, masyarakat diimbau untuk tidak membeli dan mengonsumsi berbagai produk pangan berformalin yang beredar di pasaran.
Memang sulit membedakan produk pangan yang berformalin dan tidak. Jika dilihat dari ciri-ciri fisiknya, mi basah dengan kadar formalin tinggi akan terlihat sangat berminyak dan bau menyengat, ujarnya.
Para pelaku usaha yang memproduksi dan mengedarkan produk pangan berformalin juga diminta segera menghentikan kegiatan tersebut. Mereka harus menarik serta memusnahkan produk itu dari peredaran.
Kami berupaya menginformasikan dan memberikan penyuluhan kepada para pelaku usaha agar tidak memproduksi dan mengedarkan produk pangan yang menggunakan formalin sebagai bahan pengawet, kata Atiek Harwati.
Apabila melanggar Undang- Undang Nomor 7 Tahun 1996 tentang Pangan, di antaranya termasuk penggunaan bahan yang dilarang dipakai sebagai bahan tambahan pangan seperti formalin, pelakunya diancam hukuman penjara maksimal lima tahun dan atau denda paling banyak Rp 600 juta. Juga diingatkan, penggunaan formalin dalam produk pangan melanggar Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.
Sayangnya, sejauh ini penegakan hukum di bidang pangan masih lemah. Sanksi hukum yang dijatuhkan kepada pelakunya juga terlalu ringan. Sepanjang tahun 2005, misalnya, tidak ada kasus berkaitan dengan penggunaan formalin sebagai pengawet bahan pangan di wilayah DKI Jakarta dan Banten yang diproses secara hukum.
Baru satu produsen bakso yang memakai boraks sebagai pengawet makanan yang ditindak, tuturnya.
Oleh karena itu, dalam waktu dekat Balai Besar POM akan membuat nota kesepahaman bersama dengan pemerintah daerah setempat dan jajaran penegak hukum, termasuk kepolisian, untuk mengatasi peredaran produk pangan berformalin. Pelakunya perlu ditindak tegas sebagai terapi kejut agar tidak ada lagi yang berani menggunakan bahan yang dilarang sebagai bahan tambahan pangan, ujar Atiek. (EVY)

Tindak Pengusaha Makanan Berformalin

Organisasi kaum perempuan Nahdlatul Ulama (NU), Muslimat, mendesak aparat keamanan menindak tegas pengusaha bahan makanan yang menggunakan formalin sebagai bahan pengawet karena sangat membahayakan konsumen.
"Aparat keamanan tidak boleh melakukan pembiaran terhadap pengusaha nakal yang menggunakan bahan-bahan tambahan makanan yang berbahaya seperti formalin," kata Ketua Umum Pucuk Pimpinan Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa di Jakarta, Selasa (27/12).
Menurut Khofifah, masyarakat awam tentu tidak bisa mengetahui apakah bahan makanan yang dikonsumsi tersebut mengandung bahan berbahaya atau tidak. Karena itu sudah menjadi kewajiban pemerintah dan aparat keamanan untuk melindungi masyarakat, termasuk dari makanan yang berbahaya.
"Kalau tidak ada tindakan terhadap para pengusaha makanan yang nakal maka peredaran makanan yang mengandung bahan berbahaya tidak akan pernah berhenti dan masyarakat akan terus menjadi korban," kata Khofifah yang juga anggota DPR RI itu.
Peraturan tentang larangan penggunaan bahan yang dilarang dipakai sebagai bahan tambahan pangan seperti formalin sudah ada yakni Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1996 tentang Pangan. Menurut UU itu pelaku pelanggaran diancam hukuman penjara maksimal lima tahun dan atau denda paling banyak Rp600 juta. Selain itu juga ada Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.
"Sebenarnya perangkat hukumnya sudah ada, tinggal penegakan hukumnya yang kurang. Padahal kejahatan ini tidak kalah serius karena efek merusaknya pada jangak panjang. Jadi imbauan agar produk sejenis itu ditarik tidak cukup, perlu tindakan tegas," katanya.
Senin (26/12), Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BB POM) mengeluarkan rilis terkait hasil pengujian lembaga itu terhadap 98 contoh produk makanan yang dicurigai mengandung formalin yang diambil dari pasar tradisional dan supermarket. Dari jumlah itu, 56 contoh produk di antaranya dinyatakan positif mengandung formalin, seperti mi basah, tahu, dan ikan asin.
Kepala BB POM Atiek Harwati menyatakan, bahan makanan yang mengandung formalin sangat berbahaya bagi kesehatan, bahkan bisa menimbulkan kanker. Dampak yang ditimbulkan formalin antara lain iritasi saluran pernapasan, muntah-muntah, pusing, rasa terbakar pada tenggorokan, penurunan suhu badan, dan rasa gatal di dada. Formalin juga bisa memicu kerusakan hati, jantung, otak, limpa, sistem susunan syarat pusat dan ginjal.
Karena itu, kata Atiek, untuk menghindari efek buruk karena mengonsumsi produk pangan berformalin, masyarakat diimbau untuk tidak membeli dan mengonsumsi berbagai produk pangan berformalin yang beredar di pasaran. Selain itu, BB POM juga meminta pelaku usaha yang memproduksi dan mengedarkan produk pangan berformalin segera menghentikan kegiatan tersebut, menarik serta memusnahkan produk itu dari peredaran.

Wednesday, December 28, 2005

Tamu tak Diundang

Rabu, 28 Desember 2005
Ibnu Mubarak menceritakan bahwa setelah musim haji, ia bermimpi mendengar dialog antara dua malaikat tentang mereka yang telah menunaikan ibadah haji. Dalam dialog dua malaikat itu terungkap bahwa tidak satu pun dari ribuan jamaah haji musim ini yang hajinya diterima Allah, kecuali hajinya seorang tukang sapu yang tinggal di Kota Damsyik.
Karena penasaran dengan mimpinya, Ibnu Mubarak pun pergi ke Damsyik untuk mencari keberadaan orang tersebut. Setelah bertemu, ia langsung menanyakan tentang perjalanan hajinya. Maka, tukang sapu yang bernama Muwaffak menceritakan bahwa ia telah lama mengumpulkan uang guna melaksanakan ibadah haji.
Setelah terkumpul dan mulai mempersiapkan diri untuk keberangkatannya, tiba-tiba istrinya yang hamil muda (ngidam) menginginkan masakan daging yang bau lezatnya tercium dari rumah tetangganya. Akhirnya, Muwaffak terpaksa mendatangi rumah tetangganya untuk meminta. Namun, jawaban yang didengar sangat mengejutkan, ''Daging ini halal untukku, tetapi haram untukmu.'' Sebab, daging yang dimasaknya itu adalah bangkai yang ditemukannya dalam perjalanan setelah lama berjalan ke sana ke mari mencari makanan untuk dirinya dan anak yatim yang telah beberapa hari tidak makan.
Mendengar kisah janda tersebut, hatinya terhenyak. Muwaffak segera pulang mengambil seluruh bekal yang telah lama ia persiapkan untuk keberangkatan haji. Dengan penuh keyakinan, ia berucap, ''Hajiku cukup di depan rumah.'' Tidak lama kemudian, Muwaffak dengan ditemani istrinya mendatangi tetangganya yang tengah didera lapar untuk memberikan uang simpanannya ditambah beberapa potong roti. ''Kami telah berbuat zalim, membiarkan tetangga yang tinggalnya tidak seberapa jauh, hidup dalam kelaparan. Maafkan kami,'' pintanya dengan penuh rasa bersalah.
Kisah ini jauh dari maksud merendahkan keutamaan pergi berhaji. Ini hanya sebuah renungan sebelum menentukan wajib tidaknya pergi berhaji bagi seseorang, terutama bila mengingat situasi dan kondisi sekitarnya, lebih lagi di tengah masyarakat yang cenderung memaksakan diri untuk pergi berhaji bahkan ada berkali-kali. Kepergiannya tidak benar-benar dalam rangka memenuhi panggilan Allah, melainkan untuk rekreasi, bertujuan politik, berdagang, dan lain-lain.
Rasulullah SAW dalam sebuah sabdanya pernah mensinyalir bahwa kelak di akhir zaman akan muncul empat macam orang-orang yang berhaji dengan berbagai motivasinya. Para pemimpin berhaji untuk rekreasi, orang-orang kaya untuk berdagang, orang-orang miskin untuk meminta-minta, dan para pembaca Alquran untuk mencari popularitas. Mereka yang berhaji dengan berbagai niatan ini jika dibandingkan dengan tamu-tamu Allah yang ikhlas bagaikan tamu-tamu yang tak diundang. Kehadirannya tidak membawa perubahan apa-apa, kecuali sebutan Pak Haji dan Bu Hajah. Wallahu a'lam bish-shawab.

Tuesday, December 27, 2005

Pelajaran dari Wanita Jelata

Seorang gubernur pada zaman Khalifah Al-Mahdi, pada suatu hari mengumpulkan sejumlah tetangganya dan menaburkan uang dinar dihadapan mereka. Semuanya saling berebutan memunguti uang itu dengan suka cita. Kecuali seorang wanita kumal, berkulit hitam dan berwajah jelek. Ia terlihat diam saja tidak bergerak, sambil memandangi para tetangganya yang sebenarnya lebih kaya dari dirinya, tetapi berbuat seolah-olah mereka orang-orang yang kekurangan harta.Dengan keheranan sang Gubernur bertanya, "Mengapa engkau tidak ikut memunguti uang dinar itu seperti tetanggamu yang lain?"Janda bermuka buruk itu menjawab, "Sebab yang mereka cari uang dinar sebagai bekal dunia. Sedangkan yang saya butuhkan bukan dinar melainkan bekal akhirat.""Maksudmu?" tanya sang Gubernur mulai tertarik akan kepribadian perempuan itu.""Maksud saya, uang dunia sudah cukup. Yang masih saya perlukan adalah bekal akhirat, yaitu sholat, puasa dan dzikir. Sebab perjalanan di dunia amat pendek dibanding dengan pengembaraan di akhirat yang panjang dan kekal."Dengan jawaban seperti itu, sang Gubernor merasa telah disindir tajam. Ia insyaf, dirinya selama ini hanya sibuk mengumpulkan harta benda dan melalaikan kewajiban agamanya. Padahal kekayaannya melimpah rauh, tak akan habis dimakan keluarganya sampai tujuh keturunan. Sedangkan umurnya sudah di atas setengah abad, dan Malaikat Izrail sudah mengintainya.Akhirnya sang Gubernur jatuh cinta kepada perempuan lusuh yang berparas paling buruk di antara seluruh penduduk kampungnya. Kabar itu tersebar ke segenap pelosok negeri. Orang-orang besar tak habis pikir, bagaimana seorang gubernur bisa menaruh hati kepada perempuan jelata bertampang jelek itu?!Maka pada suatu kesempatan, diundanglah mereka oleh Gubernur dalam sebuah pesta mewah. Juga para tetangga, termasuk wanita yang membuat heboh tadi. Kepada mereka diberikan gelas kristal yang bertahtakan permata, berisi cairan anggur segar. Gubernur lantas memerintah agar mereka membanting gelas masing-masing. Semuanya terbengong dan tidak ada yang mau menuruti perintah itu. Namun, tiba-tiba terdengar bunyi berdenting, ternyata ada orang gila yang melaksanakan perintah itu! Itulah si perempuan berwajah buruk. Di kakinya pecahan gelas berhamburan sampai semua orang tampak terkejut dan keheranan. Gubernur lalu bertanya, "Mengapa kaubanting gelas itu?"Tanpa takut wanita itu menjawab, "Ada beberapa sebab. Pertama, dengan memecahkan gelas ini berarti berkurang kekayaan Tuan. Tetapi, menurut saya hal itu lebih baik daripada wibawa Tuan berkurang lantaran perintah Tuan tidak dipatuhi."Gubernur terkesima. Para tamunya juga kagum akan jawaban yang masuk akal itu."Sebab lainnya?" tanya Gubernur.Wanita itu menjawab, "Kedua, saya hanya menaati perintah Alloh. Sebab di dalam Alquran, Alloh memerintahkan agar kita mematuhi Alloh, Utusan-Nya, dan para penguasa. Sedangkan Tuan adalah penguasa, atau ulil amri, maka dengan segala resikonya saya laksanakan perintah Tuan."Gubernur kian takjub. Demikian pula para tamunya. "Masih ada sebab lain?"Perempuan itu mengangguk dan berkata, "Ketiga, dengan saya memecahkan gelas itu, orang-orang akan menganggap saya gila. Namun, hal itu lebih baik buat saya. Biarlah saya dicap gila daripada tidak melakukan perintah Gubernurnya, yang berarti saya sudah berbuat durhaka. Tuduhan saya gila, akan saya terima dengan lapang dada daripada saya dituduh durhaka kepada penguasa saya. Itu lebih berat buat saya."Maka ketika kemudian Gubernur yang memang telah ditinggal mati sang istri itu melamar lalu menikahi perempuan bertampang jelek dan hitam legam itu, semua yang mendengar bahkan berbalik sangat gembira karena Gubernur memperoleh jodoh seorang wanita yang tidak saja taat kepada suami, tetapi juga taat kepada gubernurnya, kepada Nabinya, dan kepada Rabbnya.
Himpunan Kisah Teladan


http://www.myquran.org/

Monday, December 26, 2005

Suhu Udara di Mekkah Alami Penurunan Drastis

Senin, 26 Desember 2005 8:23:00
Suhu Udara di Mekkah Alami Penurunan Drastis

Mekkah-RoL-- Penurunan suhu udara cukup drastis terjadi pada Ahad (25/12) malam di Kota Mekkah, dari yang biasanya sekitar 24 derajat Celsius menjadi sekitar 14 derajat Celsius.
"Nampaknya sekarang sudah mulai masuk musim dingin walaupun memang agak terlambat dari biasanya," kata Wakil Kepala Daerah Kerja (Wakadaker) Mekkah bidang Pelayanan Kesehatan dr Barita Sitompul di Kantor Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Makkah, Ahad (25/12) malam Waktu Arab Saudi (WAS) atau Senin (26/12) dinihari WIB.
Tidak seperti pada hari-hari sebelumnya, suhu udara Ahad (25/12) malam diperkirakan turun hingga mencapai 14 derajat Celcius sehingga jamaah haji maupun penduduk setempat harus melindungi diri dengan pakaian lengan panjang dan jaket, jika ingin keluar rumah.
Penurunan suhu tersebut dirasakan cukup ekstrim, pasalnya pada malam-malam maupun dan siang hari sebelumnya, tidak ada tanda-tanda bakal menurunnya suhu udara. Namun, sejak sore hari, awan mendung terus menyelimuti langit di atas Kota Mekkah.
Barita menjelaskan, pada musim dingin biasanya suhu udara di Mekkah bakal turun dengan rata-rata suhu tertinggi 23 derajat dan suhu terendah 14 derajat Celsius.
Menurut dia, pihaknya akan terus memantau perkembangan penurunan suhu di Mekkah yang di luar prakiraan cuaca yang dikeluarkan Kerajaan Arab Saudi setiap seminggu .
Dikatakannya, penurunan suhu tersebut terus berlangsung maka hal itu akan menjadi tantangan berat bagi jemaah calon haji Indonesia khususnya yang berusia lanjut.
Di samping itu, lanjut dia, iklim yang berdebu dan kering serta merta akan membuat metabolisme tubuh bertambah. "Akibatnya akan sering lapar, kerja jantung bertambah dan tubuh akan mudah sakit," kata Barita.
Karena itu , Barita menganjurkan jemaah untuk memperhatikan penurunan suhu udara tersebut dan terus menjaga kondisi kesehatan mereka. ant/fif